Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah <p><strong>Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam</strong> is published by the Faculty of Islamic Studies Wiralodra University. Published 4 (four) times annually, on March, June, September, and December. Each of the issue has articles both on conceptual article and research article. Published in Bahasa Indonesia, but English-written articles are also welcomed.</p> en-US didikhimmawan@gmail.com (Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam) didikhimmawan@gmail.com (Didik Himmawan) Wed, 05 Jun 2024 09:45:11 +0000 OJS 3.3.0.12 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pendidikan Multikultural Dalam Al-Qur'an https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/847 <p>Al-Qur’an sebagai petunjuk universal berisi pedoman serta berbagai pokok aturan hingga sejarah yang sangat dibutuhkan manusia demi keberlangsungan hidup yang teratur. Keteraturan tersebut dapat berupa tingkah laku dan tata cara hidup manusia baik secara individual atau personal hingga kelompok atau komunal. Pesan-pesan yang disampaikan al-Qur’an diharapkan dapat menjadi pedoman bagi manusia dalam ber-mu’amalah sebagai bentuk upaya menjaga kerukunan serta kedamaian multicultural. Untuk itu, bagaimana pada dasarnya prinsip dari konsep multikultural dalam pendidikan Islam? Dan bagaimana efektivitas dari konsep pendidikan multikultural apabila diterapkan di Indonesia dengan landasan Islami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif disertai pendekatan metode tafsir tematik (Maudhu’i). Pendidikan mulitkultural dikenal dengan sistem pendidikan yang membiasakan jiwa siswa untuk dapat menghargai akan keragaman budaya masyarakat. Paradigma1multikultural secara implisit1juga menjadi1salah satu fokus1dari Pasal 4 Undang-undang N0. 20 Tahun 2003 tentang Sistem1Pendidikan1Nasional, terkhusus pada1Bab III yang1membahas prinsip1penyelenggaraan pendidikan. Berdasarkan konsepm Islami pendidikan multicultural telah diajarkan sejak pertamakali manusia diciptakan, hal ini sebagaimana telah difirmankan Allah SWT didalam QS. Al-Hujurat ayat 11, 12 dan 13 serta al-Hijr, asy-syura ayat 40 yang menngajarkan untuk toleransi, menghargai dan juga dapat meahami satu sama lain untuk saling menyayangi walaupun dengan keanekaragaman etnis di dunia termasuk keanekaragaman dalam berbudya. Islam secara garis besar memiliki landasan perspektif pluralitas dan multikulturalitas.</p> Muh. Kharisman, Hastuti, Titi Mildawati, Muhammad Yusuf, Ahmad Mujahid Copyright (c) 2024 Muh. Kharisman, Hastuti, Titi Mildawati, Muhammad Yusuf, Ahmad Mujahid https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/847 Sun, 05 May 2024 00:00:00 +0000 Relations Between Religion And Science: A Critical Study Of Ahmad Baiquni's Interconnections In Educational Institutions https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/832 <p>Maintaining scientific traditions is part of civilization that must be maintained for generations. The relationship between religion and science is very close. Interestingly, Ahmad Baiquni was able to integrate and interconnect religion (Islam) with science. The purpose of this study is to critically analyze Ahmad Baiquni's views on the integration-interconnection of religion with science. The research method used is library research. The results showed that the integration and interaction of religion with science known as Islamic science is by linking the verses of the Qur'an to science and technology, especially science with the pattern of Islamization of science, the pattern of justification and sacralization. Ahmad Baiquni certainly views the relationship between religion and science as an Islamization that must always be massive. This is viewed as the thought of Islamization of knowledge that he synthesized is the Islamization of knowledge into two variants, namely the justification variant and the sacralization variant. Although the above-mentioned integrations have been completed, the facts on the ground are still needed and in reality, there are only a few who apply interconnections in various aspects. The interconnections of religion and science are part of the complex of educational problem solvers of yesterday, today, and the future.</p> Rinda Fauzian, Yayat Hidayat, Saehudin, Nurhasan Copyright (c) 2024 Rinda Fauzian, Yayat Hidayat, Saehudin, Nurhasan https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/832 Thu, 06 Jun 2024 00:00:00 +0000 Konsep Fitrah Based Education Pada Pendidikan Anak Usia Dini https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/856 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep fitrah based education pada pendidikan anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode library research dengan jenis penelitian kualitatif non interaktif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, instrumen penelitian menggunakan human instrument. Analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif dan analisis isi (Content Analysys). Langkah penelitian dalam library research ini antara lain: (1) Pemilihan topik, (2) Mengeksplorasi informasi, (3) Menentukan fokus penelitian, (4) Pengumpulan sumber data, (5) Persiapan penyajian data, (6) Penyusunan laporan. Berdasarkan hasil penelitian konsep fitrah based education pada pendidikan anak usia dini dimulai dengan langkah yaitu tazkiyatunnafsi dan menyatukan visi misi keluarga. Rancangan kegiatan yang dilakukan kepada anak dituangkan ke dalam framework FBE dengan metode dan subyek secara khusus. Sebagai orang tua atau pendidik memiliki khusus kegiatan bagi anak dengan jurnal kegiatan.</p> Qoni’ah Al Munasiroh, Syamsul Hidayat, Hakimuddin Salim Copyright (c) 2024 Qoni’ah Al Munasiroh, Syamsul Hidayat, Hakimuddin Salim https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/856 Thu, 06 Jun 2024 00:00:00 +0000 Mengemas Politik Pencitraan Yang Islami https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/855 <p>Penulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan bagaimana mengemas politik pencitraan yang islami yakni politik pencitraan berdasarkan Quran dan Hadits. Sedangkan tulisan ini menggunakan studi pustaka, dengan sumber primer adalah Tafsir Al-Misbah, pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran, karangan M. Quraish Shihab dan tafsir Al-Azhar karangan Buya Hamka, dan Tafsir Ibnu Katsir. Selain itu didukung dengan beberapa hadits. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perbandingan tafsir dengan menonjolkan segi-segi persamaan atau perbedaan tertentu dari obyek yang dibandingkan. Hasil pembahasan menunjukkan, bahwa pengemasan politik pencitraan tidak lain adalah penyampaian pesan dari kandidat kepada khalayak ramai melalui berbagai saluran media yang ada, baik yang konvesional maupun media digital. Dan pada intinya, pesan atau kata-kata yang dikandung dalam politik pencitraan itu harus sejalan dengan gaya politik yang bersangkutan dengan kehiduapn kandidat tersebut atau sesuai dengan knyataannya. Pesan dalam politik pencitraan harus memenuhi syarat komunikasi islam yakni <em>qaulan sadida</em>, dan masalah <em>qaulan sadida </em>terdapat dalam surah Al-Ahzab ayat 70. Ketiga tafsir ketika menafsirkan ayat <em>qaulan sadida </em>dalam surah Al-Ahzab ayat 70 sama-sama sependapat bahwa makna dari kata <em>Sadida </em>yang tidak hanya dimaknai benar semata, namun juga berarti tepat sasaran, jitu, lurus dan tidak bengkok. Selain itu, Tafsir Al-Misbah dan Al-Azhar sependapat bahwa <em>qaulan sadida </em>memberikan pengaruh atau efek kepada perbuatan atau amal seseorang, dan bahkan memberikan pengaruh positif kepada jiwa dan fikiran manusia.</p> Muhammad Qamaruzzaman, Mahyuddin Barni Copyright (c) 2024 Muhammad Qamaruzzaman, Mahyuddin Barni https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/855 Thu, 06 Jun 2024 00:00:00 +0000 Signifikasi Pendidikan Agama Islam Untuk Pembudayaan Keagamaan Bagi Anggota Polres Kabupaten Indramayu https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/884 <p>Internalizing good religious habits is everyone's hope in carrying out daily activities. Everyday life that is based on good intentions is the same as having the value of worship. As stated in this research, it seeks to find out about the importance of cultivating Islamic religious education for members of the Indramayu Police. This study aims to determine; 1) Analyzing the religious knowledge of the Indramayu Police Department members, 2) Analyzing the efforts to carry out religious empowerment for the Indramayu Police Department members, 3) Analyzing the results of religious acculturation for the Resort Police members. The method in this research uses a qualitative descriptive method. Data was obtained using observation, interviews and documentation methods. The results of the research obtained: Islamic religious education at the Indramayu Police Station is contained in the activities of reading the Al-Qur'an, Tahlilan and public recitations which are carried out on a scheduled basis. All of these activities were accepted as significant in cultivating religion at the Indramayu Police Station. The problems that arise in the implementation of the significance of Islamic religious education for religious acculturation for members of the Indramayu Regency Police are: 1) lack of motivation from the members, 2) difficulty dividing time with the duties carried out by the leadership to protect and protect the community, 3) lack of communication between the study manager and all members. The efforts to minimize this problem are: 1) providing good motivation by setting an example from the leaders. 2) manage time well and adjust to the schedule, 3) communicate with the leadership and the leadership coordinates with the recitation manager. The effectiveness and significance of Islamic Religious Education for religious cultivation for members of the Indramayu Police is very effective so that members' daily lives are worth worship starting with good intentions.</p> Wawan Wahyudin Copyright (c) 2024 Wawan Wahyudin https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/884 Thu, 06 Jun 2024 00:00:00 +0000 Pembiasaan Program Ubudiyah Dalam Meningkatkan Karakter Kedisiplinan Pada Siswa SMA Maarif NU Pandaan https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1344 <p>Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan penjelasan terhadap pembentukan karakter disiplin dalam program pembiasaan ubudiyah, serta faktor pendukung dan penghambat apa saja dalam penelitian ini. Artikel ini memfokuskan kajiannya terhadap program ubudiyah dalam peningkatan kedisiplinan siswa di SMA Maarif NU Pandaan. Metode pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu peneliti terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh data yang mendalam. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara kepala sekolah, kesiswaan dan siswa osis, observasi di kelas dan lingkungan sekolah serta dokumentasi. Seluruh data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Mendeskripsikan pembentukan karakter Disiplin siswa. Peneliti dapat mendeskripsikan bagaimana penerapan pembiasaan program ubudiyah di SMA Maarif NU Pandaan 2) Pembiasaan Ubudiyah dalam membentuk karakter Disiplin siswa. Peneliti dapat menjelaskan Bagaimana dampak penerapan pembiasaan program ubudiyah dalam meningkatkan karakter kedisiplinan di SMA Maarif NU Pandaan. 3) Faktor pendukung dan penghambat pembiasaan ubudiyah. Dalam hal ini faktor pendukungnya adalah adanya sumber literasai soft file maupun hard file pada panduan Ubudiyah, dan semangat para guru dalam mengajar dan membiasakannya, faktor penghambatnya kurangnya peran orang tua di rumah.</p> Siti Chotijah, Anang Solikhudin, Achmad Yusuf, Muhamad Nur Hadi Copyright (c) 2024 Siti Chotijah, Anang Solikhudin, Achmad Yusuf, Muhamad Nur Hadi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1344 Mon, 10 Jun 2024 00:00:00 +0000