DESINTEGRASI SOSIAL BUDAYA

  • lukman lukman lukman IAIN Cirebon

Abstract

Awalnya kita begitu yakin bahwa Ideologi Pancasila sebagai Dasar Negara dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika dianggap mampu merajut perbedaan yang ada sehingga menjadi pilihat terbaik dari sekian banyak Ideologi pda saat itu, dan dalam perjalanan bangsa ini kita menyaksikan adanya dukungan masyarakat, setidaknya pada tataran elit, interaksi antara mereka yang berbeda suku bangsa, agama dan golongan dengan mudah biasa dirajut. Terlebih terhadapa tingkat pendidikan memiliki hubungan yang kuat terhadap tumbuhnya semangat saling bisa memahami perbedaan-perbedaan pandangan, seperti yang ditunjukkan kerjasama antar suku bangsa yang berbeda, dengan mudah bisa dilakukan dengan pertimbangan yang rasional. Tetapi kita dikagetkan dengan adanya gejala desintegrsi yang dimulai pada lapisan ”Grassroot” dimana konvergensi antara suku bangsa, agama yang berbeda sudah tidak mudah diciptakan, kalaupun ada (yang sudah terbentuk) bisa dicari kebenarannya, bahwa kenyataan semacam itu berakar pada kebiasaan yang tidak sebentar, ketika intevensi state belum terlampau banyak mempengaruhi mereka.

Kata Kunci: Desintegrasi, Konflik, Siologis

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-01-05
How to Cite
lukman, lukman. (2018, January 5). DESINTEGRASI SOSIAL BUDAYA. Risâlah, Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 4(2), 60-70. Retrieved from http://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/61